Beberapa Tips Memilih Asuransi Jiwa?

JAKARTA – Masyarakat Indonesia masih kurang sadar soal pentingnya proteksi diri. Proteksi diri yang dimaksud di sini adalah berasuransi. Proteksi diri ini tidak hanya berbicara soal diri sendiri, tetapi juga anggota keluar lainnya, Istri, anak, hingga orang tua.

Prioritas untuk memiliki proteksi seharusnya tidak boleh kalah disbanding kebutuhan lain. Bahkan, penelitian menyebut, dari 10 orang Indonesia, yang peduli akan proteksi diri hanya 2 orang.

Sebelumnya, tentu ada pertanyaan, apa sih asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah asuransi yang akan memberikan perlindungan terhadap diri sendiri atau orang lain dari kerugian finansial dari risiko-risiko hidup. Lalu, risikonya seperti apa? Semisal kecelakaan atau musibah yang mengakibatkan pihak terlindung tidak bisa mencari uang lagi, mulai cacat seumur hidup hingga kematian. Bukan mendoakan yang jelek ya, tetapi soal hidup seseorang, siapa yang bisa menjamin? Bisa jadi, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan, 5 tahun lagi, hidup kita tidak lagi baik-baik saja. Tidak ada yang memastikan semuanya baik-baik saja. Demikian pula dengan berasuransi, seperti peribahasa, sedia payung sebelum hujan. Membentengi diri dari kemungkinan jelek.

Sebelum berasuransi, wajib kita mengetahui, apa itu jiwa asuransi murni. Ada beberapa macam, yaitu asuransi jiwa berjangka (term life insurance), asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance), asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance), hingga unitlink. Dua jenis asuransi, yaitu asuransi jiwa dwiguna dan unitlink, bukanlah asuransi murni. Di dalam kedua jenis asuransi tersebut, ada nilai investasi di dalamnya. Karena itu, pada keduanya manfaatnya jadi kurang maksimal.

Ada saran yang lebih tepat, kalau mau memberi perlindungan lebih pada diri sendiri, ambillah asuransi jiwa berjangka ataupun whole life insurance yang seumur hidup. Ada perbedaan asuransi jiwa berjangka (term life insurance) dan asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance).

Prinsipnya, Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance) adalah memberikan perlindungan kepada tertanggung dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kita akan ditawari kontrak 5 tahun sampai 20 tahun, dengan premi tetap dan jatuhnya paling murah. Besar preminya bisa ditentukan sendiri dan sesuai kemampuan. Premi bisa murah, karena saat kontrak 5, 10, atau 20 tahun habis, biasanya uang premi akan hangus dan tidak balik ke kita. Bisa disebut tidak hilang, bila uang premi tersebut dipakai kita, semisal kita mengalami kecelakaan dan tidak bisa bekerja lagi. Agak ngeri sih, mending kita kehilangan uang premi daripada harus sakit, menderita, hingga hilang nyawa.

Asuransi ini sangat tepat dimiliki kepala rumah tangga sebagai tulang punggung keluarga dan bekerja di sektor yang rentan bahaya. Missal, sebagai nahkoda kapal, pilot, bekerja di pertambangan, dan lainnya.

Lain lagi dengan Asuransi Jiwa Seumur Hidup atau Whole Life Insurance. Untuk asuransi jenis ini, ia akan memberikan perlindungan seumur hidup bagi tertanggung. Premi untuk asuransi jiwa jenis ini biasanya nilainya besar, tentu lebih besar ketimbang Term Life Insurance. Bagi masyarakat Indonesia dengan angka harapan hidup rata-rata 65 – 75 tahun, “peluang” untuk klaim asuransi ini akan lebih besar kan? Uang pertanggungan juga tidak hilang kalau misalkan kontrak sudah habis. Contohnya, usia yang ikut asuransi mencapai 100 tahun dan tertanggung masih baik-baik saja, uang preminya akan kembali pada kita.

Berikut ini, tips memilih asuransi jiwa murni.

1. Harus menyesuaikan dengan Kebutuhan

 Yang harus dilakukan pertama kali adalah mengenali kebutuhan kita. Butuh asuransi jiwa untuk apa, untuk siapa? Kita tahu, banyak agen penjual asuransi yang lebih giat mempromosikan yang jenis unitlink ataupun endowment insurance. Bagi asuransi jiwa murni, mereka justru jarang promosiin, apalagi jenis term life insurance.

Seseorang, kalau butuhnya adalah asuransi jiwa murni dan tidak mau bercampur dengan investasi, tentu karena ingin kejelasan risikonya. Mereka pasti memilih yang jenis ini dan tanpa dicampur dengan investasi.

Jadi, menyesuaikan kebutuhan sendiri itu penting, biar tidak salah beli produk.

2. Cek kondisi keuangan

Berikutnya, dia harus mengecek kondisi keuangannya. Karena, nantinya akan ada premi yang harus dibayar setiap bulan. Artinya, akan ada “kewajiban” tambahan di setiap bulannya, di samping tagihan lain dan cicilan utang, bila punya.

Dengan mengecek kondisi keuangan, seseorang tentu mempertimbangkan rasio pendapatan dan pengeluaran. Apakah masih seimbang atau tidak?

3. Menggali infomasi mengenai perusahaan asuransi

Perusahaan penjual asuransi sangat banyak, dengan agen yang berjibun.Ingat, jangan membeli asuransi hanya karena teman. Kita wajib mengenali betul kebutuhan kita, dan juga menggali informasi lebih banyak mengenai perusahaan asuransi yang ada. Bila perlu, bandingkan satu perusahaan dengan yang lainnya. Asuransi ini bisa dibilang adalah pengelolaan uang jangka panjang. Bisa bertahun-tahun, sehingga jangan sampai salah memilih perusahaan asuransi. Risikonya, bila uang hilang, manfaat tidak bakal didapat. Memilih perusahaan asuransi yang kredible harus menjadi pertimbangan utama. Untuk mencari tahu, banyak cara. Stalking akun media sosialnya, googling nama perusahaannya. Kalau bermasalah, biasanya akan kelihatan dari situ. Satu hal yang pasti, perhatikan Risk Based Capital-nya. Risk Based Capital adalah rasio kesehatan finansial perusahaan asuransi.

Untuk jelasnya, dalam Keputusan Menteri Keuangan RI disebutkan, pemerintah menetapkan standar RBC sebesar 120%. Kalau kurang dari itu, sebaiknya segera  mencari ulang perusahaan asuransi yang bonafid.

4. Mengenai produk asuransi secara Lengkap

Term life Insurance memiliki premi murah, tetapi nantinya kalau sampai kontrak habis dan tidak ada klaim, berarti uang “hilang”, tapi uang pertanggungannya besar. Sedangkan whole life insurance memiliki premi lebih mahal, bisa sampai dua kali lipat premi asuransi term life, dengan kontrak lebih panjang, tetapi uang pertanggungan tidak terlalu besar. Pada akhirnya, uang akan dikembalikan jika sampai habis masa kontrak dan tidak ada klaim.

Pelajari betul polisnya dengan saksama. Kenali betul produk asuransi yang hendak dibeli. Tanyalah sedetail mungkin pada agen. Dan ingat, sesuaikan dengan kebutuhan.

5. Lakukan sekarang juga

Jangan herran, saat menjumpai dua produk asuransi yang sama, tetapi preminya bisa berbeda ditawarkan pada dua orang yang usianya juga beda. Biasanya, premi asuransi untuk mereka yang masih muda lebih rendah ketimbang yang sudah berumur lebih banyak. Hal ini disebabkan risiko mereka yang berusia muda akan lebih rendah dibandingkan mereka yang usianya lebih tua. Perusahaan asuransi juga bisa menolak pengajuan pembelian asuransi, jika dirasa si tertanggung tidak memenuhi syarat, karena sudah sakit parah atau dari segi usia. Memang, selagi masih muda dan sehat, segeralah lindungi dirimu sendiri dengan asuransi yang tepat.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.