Langgar Prokes, Gugus Tugas Bubarkan Tiga Hajatan

SUKOHARJO – Tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona membubarkan tiga gelaran hajatan resepsi pernikahan di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Tindakan tegas tersebut dilakukan karena acara tersebut melanggar protokol kesehatan (prokes). Pembubaran paksa kegiatan serupa juga dilakukan petugas pada pekan lalu.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol terus melakukan pengetatan pengawasan selama penerapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona dan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu sasaran pengawasan yakni kegiatan hajatan warga.

Hasil pengawasan tersebut diketahui pada Minggu (14/2) ada gelaran hajatan resepsi pernikahan di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, dibubarkan paksa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol. Bentuk pelanggaran tersebut seperti banyaknya tamu undangan sekitar 200 orang yang mengakibatkan kerumunan massa.

Pelanggaran lain dilakukan penyelenggara gelaran hajatan resepsi pernikahan dengan menyediakan hidangan makan di tempat. Tim gabungan juga menemukan pelanggaran tamu undangan tidak memakai masker. Selain itu, di lokasi juga disediakan meja dan kursi dalam jumlah banyak untuk tamu undangan.

Atas temuan tersebut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol langsung meminta penyelenggara dan tamu undangan gelaran hajatan pesta pernikahan segera membubarkan diri. Petugas memberi waktu 15 menit dan tempat harus segera steril sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona.

“Pada hari Minggu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol membubarkan paksa tiga gelaran hajatan resepsi pernikahan karena melanggar prokes. Pada pekan lalu petugas juga membubarkan paksa tiga gelaran hajatan resepsi pernikahan karena melanggar prokes. Pengawasan diperketat, karena masih KLB virus corona dan PPKM. Pada akhir pekan rawan pelanggaran karena digunakan warga menggelar hajatan,” papar Bagas.

Bagas menjelaskan, sesuai aturan dalam surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Sukoharjo selama penerapan KLB virus corona dan PPKM gelaran hajatan resepsi pernikahan dibatasi maksimal 30 orang. Acara digelar hanya akad nikah dan tidak boleh menimbulkan kerumunan massa.

Pemkab Sukoharjo sedikit memberi kelonggaran pada warga yang akan menggelar hajatan resepsi pernikahan. Syaratnya,  tidak menyediakan meja kursi dan hidangan di tempat. Selain itu, larangan lain dalam aturan prokes juga berlaku. Artinya, tamu datang dan segera pulang, sehingga tidak mengakibatkan kerumunan massa.

“Jangan memaksakan diri menggelar hajatan dan melanggar prokes di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini. Antisipasi pencegahan penyebaran virus corona menjadi tanggungjawab bersama,” pintanya.

Bagas menegaskan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol tetap akan menindak tegas pelanggar prokes ditengah pandemi virus corona. Termasuk membubarkan paksa gelaran hajatan melanggar prokes. (****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.