Komplit! Kemdikbudristek Luncurkan Layanan Bagi Dosen yang Teritegrasi

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) meluncurkan layanan yang diperuntukkan bagi dosen yang terintegrasi. Peluncuran laman penilaian angka kredit (PAK) tersebut merupakan langkah awal dalam manajemen transformasi sumber daya manusia di jenjang pendidikan tinggi.

Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Dr Mohammad Sofwan Effendi mengatakan, selain PAK, laman yang diluncurkan juga terintegrasi dengan selancar PAK Mobile, SISTER BKD, dan API Portofolio SISTER.

“Layanan terintegrasi tersebut berorientasi pada dua poros perubahan, yakni substansi dengan mengintegrasikan karier dan kompetensi dosen, dan tata kelola SDM melalui inovasi layanan. Dapat mengurangi beban administrasi dosen. Dengan demikian para dosen dapat lebih fokus pada Tridharma perguruan tinggi,” papar Sofywan, Kamis (19/08/2021).

Ditjen Diktiristek meluncurkan Laman PAK yang telah dirancang ulang dan lebih interaktif. Selain itu, ada Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) Beban Kerja Dosen (BKD) yang merupakan aplikasi mobile yang mengintegrasikan konten dengan SK Lektor Kepala dan Guru Besar, sehingga dosen dengan mudah memantau perkembangan usulan jabatan fungsional dari tahapan PAK ke SK secara terintegratif.

Selanjutnya, Selancar PAK Mobile yang merupakan aplikasi mobile dari Laman PAK. Terakhir, API Portofolio SISTER yang menghubungkan aplikasi berbeda dalam platform yang sama maupun yang berbeda.

“Terutama bagi perguruan tinggi yang menggunakan aplikasi yang berbeda,” katanya

Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Prof Nizam menambahkan, peluncuran tersebut merupakan wujud komitmen Diktiristek dalam memberikan layanan terbaik bagi insan pendidikan tinggi.

“Ini penting karena kita selalu berbicara mengenai daya saing bangsa, kemajuan inovasi, SDM unggul. Itu semua kuncinya pada produktivitas dari setiap individu untuk bisa melakukan yang terbaik dalam lingkup kerja kita,” kata Nizam.

Ia menambahkan, terkadang beban administrasi dosen cukup ribet. Untuk itu, pihaknya membangun sistem yang lebih efektif, efisien dan mengurangi pengulangan yang tidak perlu. Dengan begitu diharapkan upaya Tridharma insan perguruan tinggi lebih optimal. Mendikbud ingin para dosen juga bisa melakukan riset tanpa mengorbankan apapun di lingkungan kampus.

Di tempat terpisah, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menginginkan para dosen untuk bisa melakukan riset tanpa mengorbankan apapun di lingkungan kampus.

“Fleksibilias itu kita berikan. Tentunya akan memastikan juga karier dosen terbantu dan terakselerasi,” kata Nadiem.

Dosen bisa memanfaatkan mahasiswa ke dalam riset yang ia lakukan. Dengan begitu riset dosen akan terbantu dan mahasiswa mendapakan 20 Satuan Kredit Semester (SKS).

“Jadi saat Bapak Ibu dosen butuh bantuan sudah tidak ada alasan untuk tidak melibatkan mahasiswa terbaik, karena mereka bisa mendapatkan full 20 SKS,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat Pameran Virtual Hakteknas-26.

Nadiem mengatakan, dirinya membutuhkan bantuan para rektor untuk menghapus sekat antara perguruan tinggi dan industri. Rekomendasi dari rektor perguruan tinggi diyakini mampu menghadirkan solusi yang cepat dalam upaya menghapus sekat itu.

“Saya butuh bantuan Bapak Ibu rektor, dosen, untuk memberikan kita masukan kalau sekat-sekat itu masih terjadi, dan apa rekomendasinya agar sekat-sekat itu secepat mungkin hilang,” jelas Nadiem.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published.