Jawab Tantangan, Startup Milik Telkom Indigo Rebranding Setelah 8 Tahun Didirikan

JAKARTA – Indigo yang merupakan Program Incubator dan Accelerator startup digital milik PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) Tbk (Telkom) meresmikan branding baru dengan mengusung tagline #TransformNation. Hadirnya branding baru ini untuk merespons perkembangan dalam dunia startup digital di Indonesia.

Dengan brand baru tersebut, program Indigo menegaskan tujuannya memberikan akses nyata untuk perwujudan visi para startup founders di Indonesia. Rebranding Indigo untuk menjawab tantangan perubahan dan mempercepat perkembangan ekosistem startup dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Seperti diketahui, Indigo merupakan program inkubasi/akselerasi startup yang lengkap dengan program pengembangan startup end-to-end yang dimulai dengan kegiatan nurturing creativity di tahapan pre-startup, inkubasi/akselerasi startup, hingga pada program sinergi bisnis dan investasi lanjutan atau follow-on-funding. Program inkubasi/akselerasi startup digital Indigo pertama kali diadakan pada 2013 dan secara konsisten Indigo melaksanakan startup batch intake sebanyak dua kali setiap tahun.

“Proses rebranding Indigo merupakan respons Telkom untuk menyesuaikan dengan perubahan dalam menjalankan program inkubasi dan akselerasi startup digital di era ‘New Normal’ akibat pandemi COVID-19 ini. Kebaruan dari proses rebranding bukan hanya secara internal dalam hal pengelolaan program inkubasinya, melainkan juga dengan meluncurkan inisiatif secara eksternal yang besar harapannya bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital yang nyata bagi Indonesia,” kata Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid, baru-baru ini.

Selama delapan tahun menjalankan program inkubasi dan akselerasi startup digital, Indigo membina 52.276 talenta digital yang tersebar di 17 IndigoSpace (dahulu bernama “Digital Innovation Lounge” [DILo]) di seluruh Indonesia.

Indigo juga membina 194 startup dari 15 jenis industri. Dari 194 startup tersebut, terdapat  91 startup alumni yang masih aktif menjalankan bisnisnya di pasar domestik maupun internasional, 28 startup yang saat ini berada dalam program inkubasi/akselerasi, dan 75 startup gagal.

Selain itu, ada 24 startup Indigo yang memperoleh investasi lanjutan dari berbagai Venture Capital (VC) serta investor dalam dan luar negeri. Bahkan pada tanggal 8 September 2021 mendatang, RUN System (startup Indigo tahun 2014) akan menjadi startup alumni Indigo pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) menggunakan kode saham RUNS.

Selama satu windu menjalankan program inkubasi, startup Indigo berkontribusi mendigitalisasi Indonesia di berbagai sektor seperti smart city, commerce, financial, small medium enterprise, education, logistic, health, dan enterprise di mana beberapa kontribusi ini terwujud melalui kolaborasi bersama TelkomGroup.

Kolaborasi lain dalam mendukung tumbuhnya ekosistem startup di Indonesia juga Indigo lakukan melalui kerja samanya. Antara lain dengan berbagai instansi pemerintah (termasuk kementerian dan pemerintah daerah), perguruan Tinggi, serta komunitas startup.

Pada tahun 2019, Indigo mengembangkan program inkubasi khusus bagi startup game bernama IndigoGame (dahulu bernama “Indigo Game Startup Incubation” [IGSI]). IndigoGame yang memasuki batch ke-4 ini bertujuan meningkatkan market share konten game yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan para digital creative di Indonesia.

Dari 30 startup game yang mengikuti IndigoGame sejak tahun 2019, beberapa di antaranya telah menarik minat sejumlah publisher global untuk melakukan publishing game asal Indonesia ini.

Pada September 2021 ini, Indigo juga membuka kembali Indigo startup intake batch 2 – 2021. Startup yang berhasil lolos dalam seleksi akan mengikuti program inkubasi/akselerasi dengan berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan startup.

Beberapa contoh startup sukses yang diinkubasi dan diakselerasi di program Indigo selain RUN System yang akan melakukan IPO dalam waktu dekat antara lain PrivyID (aplikasi tanda tangan digital), IZY (penyedia mobile concierge), Verihubs (penyedia layanan verifikasi data berbasis Artificial Intelligence [AI], Nodeflux (aplikasi video analytic berbasis AI), Muslim Life (platform edukasi keluarga muslim), Opsigo (online booking platform dan corporate travel management), Goers (online ticketing system), Osman (aplikasi penunjang bisnis kegiatan BUMDES), OnTruck (platform logistic on-demand), dan Bahaso, platform e-learning bahasa asing.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.