Masyarakat Harus Bisa Kelola Keuangan Pribadi dengan Bijak

JAKARTA – Hari gajian atau payday menjadi momen yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu para pekerja. Gaji merupakan upah dari hasil kerja keras pekerja selama sebulan yang bisa digunakan untuk sekedar memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari hingga belanja berbagai pelengkap gaya hidup.

Di balik itu, nyatanya tidak jarang ditemukan fenomena kehabisan uang saat masih pertengahan bulan. Kejadian tersebut merupakan bukti kurangnya kesadaran masyarakat mengelola keuangan dengan bijak.

Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra L. Iwan Pranoto, mengatakan, masa pandemi yang terjadi tanpa terduga bisa dijadikan momen pembelajaran dan bukti nyata yang menggambarkan pentingnya dalam mengelola keuangan kini untuk masa mendatang.

“Kami memiliki beberapa tips bagaimana mengelola keuangan bulanan dengan bijak,” kata Iwan, baru-baru ini.

Iwan meneruskan, melihat kebutuhan masyarakat yang berkembang terutama di era digitalisasi saat ini, Asuransi Astra yang memiliki visi untuk berikan peace of mind pada masyarakat. Perusahaan asuransi ini meluncurkan produk asuransi kesehatan perorangan berbasis digital, Garda Healthtech yang memberikan perlindungan menyeluruh, kemudahan dalam mengaksesnya, dan tentunya dengan harga yang terjangkau.

“Dalam momen payday ini, mulai 25 Oktober hingga 7 November 2021, paket Garda Healthtech bisa dibeli mulai dari Rp 299 ribu per tahun dengan jaminan konsultasi secara online dan tatap muka hingga jaminan obat dengan total manfaat hingga Rp 3,2juta. Garda Healthtech tersedia dalam tiga pilihan paket, yaitu Fit, Classy, dan Ultima,” katanya.

Berikut tips mengelola keuangan bulanan dengan bijak, yakni :

1.       Mencatat pendapatan dan pengeluaran.

Kita harus merinci pendapatan dan gambaran pengeluaran setiap bulan. Untuk pengeluaran, dahulukan kebutuhan yang paling utama untuk sehari-sehari atau pengeluaran yang bersifat rutin atau wajib dibayar. Seperti biaya makan, transportasi, tagihan atau cicilan, dan lainnya.

2.      Menyisihkan tabungan dan dana darurat.

Pisahkan dana tabungan menjadi dua jenis, yaitu tabungan yang bisa digunakan untuk tujuan tertentu, misal bepergian ke suatu tempat atau mungkin perbarui gawai, serta tabungan yang tidak dapat diganggu gugat atau disebut dengan dana darurat. Dana darurat ini digunakan bila ada dalam keadaan mendesak dan darurat.

3.      Membedakan antara kebutuhan dan keinginan

Sekalipun sudah menganggarkan biaya di awal, pengeluaran yang tidak terkendali menjadi hal yang tidak bisa  dihindarkan. Seperti berbelanja karena melihat ada promo potongan harga hingga anggaran berkumpul di tempat ngopi dengan teman-teman atau rekan kerja yang tidak dibatasi. Ini bisa diminimalisir dengan membuat skala prioritas antara kebutuhan yang sifatnya mengikat dan harus terpenuhi setelah kebutuhan utama terpenuhi dan keinginan yang bersifat kepuasan semata dan tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuhi. Kita bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran selama sebulan.

4.      Bijak kelola keuangan,

Setelah membiasakan diri untuk menabung dan sisihkan dana darurat, bijaklah mengelola keuangan dengan menyisihkan biaya untuk hal-hal yang bisa bermanfaat untuk masa depan. Seperti investasi dan pembelian asuransi.

Dengan mengeluarkan biaya yang minim, secara disadari atau tidak kita dapat merasakan ketenangan dan terlindungi dari biaya yang membengkak saat momen darurat. (****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.