Gelar Seminar Online, KOMISI Rayakan Hari Sales Indonesia

JAKARTA – Seorang sales harus mampu mengkombinasikan ‘cara jualan’ antara online dan offline (tatap muka). Apalagi kondisi pandemi ini membuat sales harus pandai-pandai memilih strategi yang tepat dalam mengejar target penjualan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) Indra Hadiwidjaja mengatakan saat peringatan ke-10 Hari Sales Indonesia (HARSINDO), Kamis (11/11/2021).

“Cara berjualan dengan kombinasi itu sebelum pandemi tidak pernah dilakukan kebanyakan sales di Indonesia. Adanya Covid-19, mau tidak mau, suka tidak suka, seorang sales harus juga beradaptasi dengan kondisi yang ada. Perkembangan teknologi digital cukup mendukung upaya tersebut, dan kini semua sales sudah bisa melakukan secara hybrid,” katanya.

Indra juga menyinggung soal HARSINDO di mana tema yang dipilih adalah MAREMA (Mari Rebound Bersama). Ia mengisahkan, perayaan untuk para sales ini diawali lahirnya Komunitas Sales Indonesia pada tanggal 11 bulan 11 dan tahun 2011. Setiap tahun, kita gilir masing-masing daerah atau DPD mendapat jatah menggelar rangkaian HUT KOMISI.

“Dua tahun ini, ternyata pandemi masih berlangsung dan diputuskan dirayakan secara virtual daring. Tahun ini, DPD Jawa Barat yang jadi panitia,” papar Indra.

Ketua KOMISI DPD Jawa Barat Kartikowati Djoharijah mengatakan, DPD Jabar mendapat mandat tuan rumah  pelaksanaan perayaan HARSINDO dan HUT KOMISI satu dekade ini.

“Tema yang dipilih adalah MAREMA atau kepanjangan dari MARI REBOUND BERSAMA. Ini sebagai ajakan untuk bangkit setelah kondisi sulit, istilah rebound dalam bahasa Inggris artinya memantul,  selayaknya bola yang terpelanting ke bawah dan naik kembali. Itulah sikap yang perlu dimiliki para sales yang sempat terpuruk akibat pandemi dan perlu mengembalikan semangatnya dan memiliki strategi yang disesuaikan. Arti lain MAREMA dalam bahasa Sunda berarti laris manis,” katanya.

Selain itu, juga diadakan seminar online di mana ada beberapa pembicara, yaitu para founder KOMISI. Mereka adalah Sales Trainer Dedy Budiman dan Indonesia’s Favorit Trainer dan Seminar Speaker James Gwee yang merupakan pembina KOMISI.

“Peserta hampir 2.000 orang dari seluruh sales se-Indonesia,” imbuh Kartikowati yang dikenal sebagai Pendamping Propinsi Program UMKM Juara Diskuk Jabar.

Pendiri Komunitas Sales (KOMISI) Dedy Budiman mengaku bangga akan perjuangan para sales yang menjadi pahlawan ekonomi saat pandemi. Menurutnya, para sales merupakan penyangga terdepan ujung tombak perusahaan dan memutar perekonomian negara. Karena itu, mereka diharapkan bisa rebound secara kreatif dan inovatif dalam meraih omzet yang maksimal untuk keberlangsungan hidup perusahaannya.

“KOMISI dilahirkan mempunyai visi misi yang memberdayakan para sales agar bisa bangga dengan profesinya, berlaku etis dan profesional. Rangkaian ulang tahun ini juga diselipkan penghargaan Sales Award bagi Sales Inspiration yang dipilih secara ketat, di mana orang yang terpilih bisa dijadikan contoh figur atau role model kesuksesan profesi sales,” imbuh Dedy.

Ia melanjutkan, ada juga pengumuman pemenang lomba University Sales Championship yang digelar divisi Vokasi KOMISI sebagai upaya kehadiran KOMISI tidak sekedar berbagi ilmu. KOMISI mendampingi para anak-anak muda agar mereka tahu bahwa pilihan profesi sales mampu mengangkat derajat keluarga dengan penghasilan yang tidak terbatas dan meraih impian berkembang lebih maju.

“Program baru untuk mahasiswa ini sebelumnya sudah dilakukan untuk pendampingan anak SMK daring dan pemasaran dalam SMK Sales Award. Untuk mahasiswi selain hal praktis juga lebih konseptual atau mulai diajak berfikir lebih dalam,” katanya.

Ketua Divisi Vokasi KOMISI Sekar Tyas Nareswari menambahkan, Divisi Vokasi Komisi merupakan bagan baru dalam struktur organisasi KOMISI Nasional. Tugasnya mencari bibit unggul sales tangguh.

“Kami menggelar program University Sales Championship di mana peserta yang merupakan mahasiswa dari seluruh Indonesia diberi pembekalan materi oleh ekspert dibidang sales. Selanjutnya, mereka ditantang mempraktikkan ilmu tersebut mendampingi UMKM yang terdampak pandemi, agar memberi dampak signifikan bagi UMKM pilihannya,” katanya.

Dari 90 mahasiswa berbagai perguruan tinggi, mereka dibagi dalam 45 kelompok. Selanjutnya dipilih 5 terbaik. Setelah kegiatan selesai, para peserta dibekali ilmu salesmanship untuk bisa menjadi peer educator atau pendidik teman sebaya dalam kaitannya dengan aktivitas sales.

“Impian vokasi setelah mereka lulus, mereka akan menjadi rebutan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan salespreneur mumpuni. Impian berkarir sebagai Sales yang memiliki peluang penghasilan tidak terbatas bisa diwujudkan,” katanya.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.