Naik Kereta Api Uap Jaladara, SSC Ingin Geliatkan Perekonomian Solo

YOGYAKARTA – Komunitas pengemar kereta api Semboyan Satoe Community (SSC) punya gawe. Kali ini, mereka mengadakan trip kereta api uap Jaladara di Surakarta, Sabtu (13/11/2021).

Seperti diketahui, Jaladara merupakan kereta api wisata yang ada di Kota Solo, di mana start bermulai dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota dengan menempuh jarak enam kilometer.

Trip tersebut menggunakan lokomotif uap D1410. Seperti diketahui, lokomotif ini cukup istimewa karena sebelumnya hanya dipajang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kini, lokomotif tersebut diaktifkan dan mendampingi lokomotif uap yang ada sebelumnya, seri C 1218.

Perjalanan tersebut ditemani Deputi Executive Vice President (EVP) PT. KAI Daop VI  Yogyakarta Ririn Widiastuti. Ia berpesan anggota SSC membantu KAI menjaga citra melalui  media sosial yang dimiliki SSC.

“Kami berharap, SSC membantu kami (KAI) di media sosial tentang apa yang menjadi aturan, baik tentang keselamatan atau tata tertib berkereta,” pinta Ririn.

Ririn juga menghimbau saat pengambilan gambar maupun video di lingkungan stasiun maupun jalan rel  tetap berhati-hati dengan mewaspadai lingkungan sekitarnya.

Ke depan, Ririn berkeinginan agar kolaborasi KAI dengan SSC semakin baik dan memberi mutual benefit bagi kedua pihak dan membuat sinergi yang luar biasa.

Ketua SSC Teguh Iman Santosa mengatakan, SSC merupakan perkumpulan pecinta kereta api yang memiliki visi mewujudkan kecintaan pada dunia perkeretaapian.

 “Aktivitas ini merupakan salah satu upaya kami menggerakkan kembali geliat ekonomi. Terutama di sektor pariwisata di Kota Solo, setelah terdampak pandemi Covid-19,” kata Teguh berharap.

Kegiatan tersebut diikuti 50 orang anggota SSC. Setiap kereta api melintas, banyak warga Solo yang memperhatikannya. Karena, memang jarang kereta tersebut beroperasi dan hanya berdasarkan pesanan semata. Anggota SSC juga dibuat terpukau karena tiket kereta api ini juga didesain meniru tiket Edmonson, model tiket kereta api zaman dahulu.

Yoga Bagus Prayogo, salah satu anggota SSC menjelaskan, lokomotif D 1410 merupakan lokomotif uap yang didatangkan Staatsspoorwegen tahun 1921 dari pabrik Hanomag-Hannover Jerman. 

“Memiliki nomor seri pabrik 9653 dengan susunan roda 2-8-2T, tipe D14 merupakan lokomotif langsir kelas berat pada awalnya dan merupakan jenis yang mirip dengan tipe D50,” jelas Yoga.

Karena dianggap memiliki performa yang baik, D14 digunakan sebagai lokomotif dinasan pegunungan di Jawa Barat sebagai penarik kereta api penumpang dan barang. Persebaran D14 berpusat di Djatinegara dan Cianjur.

Pemerhati lokomotif uap ini melanjutkan, kereta penumpang yang digunakan Jaladara adalah tipe CR16 dan CR144 yang merupakan kereta penumpang kayu bergandar 2 dan dilengkapi rem tangan. CR16 merupakan kelas 3 yang dipergunakan untuk angkutan pasar, di mana ada pintu geser besar untuk mempermudah naik turun penumpang dan pedagang pasar.

“CR144 merupakan kereta kayu kelas 3 yang dilengkapi toilet. Toilet ini merupakan modifikasi sewaktu armada ini disiapkan untuk kereta wisata,” katanya.

Sebelumnya, kedua kereta tersebut disiapkan untuk kereta wisata Banjar-Pangandaran pada era 1990-an. “karena orde baru bubar, kedua kereta ini dikirim ke Ambarawa untuk dipreservasi dan digunakan untuk kereta wisata di Solo,” katanya.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.