Dorong Iklim Wirausaha Dosen dan Mahasiswa, UI Luncurkan Crowdfunding Bernama FundEx

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) meluncurkan sebuah usaha rintisan berbasis securities crowdfunding. Nama crowdfunding ini adalah FundEx yang keberadaannya bisa diakses melalui laman https://FundEx.id/.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Riset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi mengatakan, salah satu konsekuensi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) adalah adanya tuntutan untuk kemandirian dalam pengelolaan finansial universitas. UI juga berinovasi bukan hanya mendorong iklim wirausaha di kalangan dosen dan mahasiswanya saja, namun juga menjadikan dirinya sendiri sebagai organisasi kewirausahaan. Wujud dari organisasi kewirausahaan dalam pengelolaan kampus diwujudkan UI antara lain melalui Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha (DPPU).

“Sebagai wujud dari organisasi kewirausahaan, DPPU terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan UI melalui unit-unit usaha yang dimiliki,” ujar Prof. Dedi.

Selain melalui unit-unit usaha yang sudah ada, UI juga memiliki program akselerasi dan pembukaan akses pilihan pendanaan dan permodalan seperti program UI Works dan penyediaan fasilitas coworking space di Kampus UI Depok untuk usaha rintisan binaannya. UI juga memiliki holding company yang mewadahi unit-unit usaha komersial lain yaitu PT UI Corpora.

FundEx merupakan perusahaan rintisan binaan UI dengan konsep securities crowdfunding. Konsep ini merupakan metode pengumpulan dana untuk memulai bisnis melalui pola patungan. Implementasi FundEx dalam upayanya mengumpulkan dana dari masyarakat, akan menawarkan tiga jenis efek, yaitu efek bersifat ekuitas (saham), efek bersifat utang, dan sukuk.

Nantinya, pengelolaan dana dari masyarakat ini akan diinvestasikan ke sektor-sektor yang bergerak di bidang usaha digital dan kreatif.

Direktur Utama PT UI Corpora Syahnan Poerba memaparkan, sejak 2020 PT. UI Corpora mengembangkan lebih dari 10 buah start-up, yang salah satunya FundEx. Dalam FundEx, PT UI Corpora menanamkan modal bersama-sama dengan para penanam saham lainnya dalam menjalankan usaha bisnis patungan dalam penyediaan permodalan.

Keberadaan FundEx merupakan jawaban atas permasalahan kesulitan pembiayaan modal yang dihadapi oleh usaha-usaha baru. Harapannya, keberadaan FundEx akan menjadi solusi kebutuhan permodalan usaha-usaha rintisan di UI, sehingga ekosistem kewirausahaan di UI terus berkembang.

Direktur Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI) Ahmad Gamal mengatakan, dibentuknya FundEx untuk membantu tugas DISTP UI untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan di UI.

Menurut Ahmad Gamal, selama ini DISTP melakukan pengembangan ekosistem kewirausahaan melalui tiga konsep. Seperti problem-solution fit, scale up, dan product-market fit.

“DISTP UI dalam perjalanannya menerima berbagai macam jenis perusahaan rintisan yang datang meminta bantuan pengembangan dan asesmen. Mulai dari perusahaan bentukan mahasiswa yang belum memiliki modal sampai dengan perusahaan rintisan yang siap modal, semua ditangani DISTP bersama dengan DPPU UI dengan penanganan yang tentu berbeda-beda,” tegasnya.

Penanganan tersebut berbentuk pembantuan modal usaha. Pembuatan modul bimbingan agar suatu perusahaan rintisan tidak menjadi gagal dan menyambungkan perusahaan rintisan dengan jejaring yang tepat.

“Kami menyiapkan langkah-langkah membangun dan mengembangkan usaha melalui modul pendampingan untuk mempertahankan keberlanjutan usaha,” katanya.

Selain itu, DISTP UI  berusaha mempertemukan para perusahaan rintisan tersebut dengan jaringan yang diperlukan bagi mereka agar berkembang. Inkubasi yang diberikan oleh DISTP tersebut melengkapi penyediaan pendanaan yang diberikan FundEx dan terdapat wadah bagi para usaha rintisan untuk tumbuh bersama melalui PT. UI Corpora sebagai holding company UI.(****)

435 thoughts on “Dorong Iklim Wirausaha Dosen dan Mahasiswa, UI Luncurkan Crowdfunding Bernama FundEx

  1. İki genç ressamlar çıplak patlama sesi Sonra biraz uzanıp
    sigara molası verdik, yemek masasının önünde belimden tutup sarılarak lezbiyen hatunlar kumral beni erotifillm ler domalmış haldeydim ve nefes nefeseydik.

  2. Good day I am so glad I found your weblog, I really found you by
    error, while I was researching on Yahoo for something else, Anyways I am here now and would just like to say many thanks for a fantastic post and a all round exciting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read it
    all at the moment but I have saved it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be
    back to read more, Please do keep up the superb job.

  3. I really love your website.. Great colors & theme. Did you create this
    amazing site yourself? Please reply back as I’m looking to create my
    own blog and would like to learn where you got this from or just what
    the theme is called. Kudos!

  4. Hey would you mind stating which blog platform you’re working with?
    I’m looking to start my own blog in the near future but I’m having a hard time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.

    The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m
    looking for something completely unique.
    P.S Sorry for getting off-topic but I had to ask!

  5. Fans of kitsch and nostalgia would surely love to play a game based on the old (and recently revived) Domino’s mascot. Alas, Yo! Noid is just so frustrating to play that the novelty quickly wears off. Once again, we have a game where if you are hit once, you die and have to start the level all over. Capcom ruined this game like the Noid ruined pizzas. Eight classic Nintendo games across the NES and SNES are now available to play for free, courtesy of Capcom. For many, the only way to play NES and SNES games in 2023 is to be a Nintendo Switch Online subscriber, which is unfortunately behind a paywall. Meanwhile, if you don’t have a Nintendo Switch, then this isn’t even an option. That said, Capcom has made some of its greatest games of all time free-to-play via browser. How long this offer is available for, we don’t know, but it’s currently available to everyone. 
    http://forums.wolflair.com/member.php?u=111297
    Memo from Chair Lina M. Khan to commission staff and commissioners regarding the vision and priorities for the FTC. SA20 is South Africa’s premier T20 cricket league, captivating fans with electrifying cricket action. This highly anticipated league showcases top-notch talent, featuring renowned players and emerging stars competing in the dynamic T20 format. Betway SA20 has become a cricketing extravaganza, celebrated for its thrilling matches, intense rivalries, and nail-biting finishes. The teams are Durban’s Super Giants, Joburg Super Kings, MI Cape Town, Paarl Royals, Pretoria Capitals, and Sunrisers Eastern Cap. The league fosters the spirit of competition and contributes significantly to the growth and popularity of T20 cricket in South Africa, making Betway SA20 a must-watch event for cricket fans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *