Dukung Bela-Beli Kulonprogo, Rektor PTS di Yogyakarta Lakukan Gowes Bareng

YOGYAKARTA – Sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS), pimpinan lembaga layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, dan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Yogyakarta melakukan gowes bareng dengan tagline “Jelajah Desa Organik Kulonprogo,” Minggu (20/3/2022).

Gowes tersebut dimulai dari Kampus Tiga Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang ada di Dusun Degan II, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Kemudian, rombongan mulai melakukan ritual menyambangi desa organik dengan melewati jalur gowes Lunamaya, sepanjang kawasan irigasi Kalibawang menuju sawah organik JOSS (Jatisaroso Organik Sehat) atau dikenal dengan nama rest area KWT Jatisarono. Di tempat tersebut, rombongan disambut para petani dan mereka disuguhi wedang (kembang) telang.

Tidak lupa, para goweser ini berbelanja oleh-oleh yang dijajakan para anggota kelompok tani setempat, termasuk belanja bahan baku wedang telang. Berbarengan dengan warga setempat yang tengah melakukan ritual nyadran, anggota rombongan ikut berbaur dengan masyarakat dan suasana tampak lebih meriah.

Selesai menikmati hidangan di kawasan JOSS, goweser menyusuri area JOS menuju area finish di Kopi Ingkar Janji Jalan Raya Kaligesing Nomor 17, Tileng, Pendoworejo, Girimulyo, atau 20 kilometer dari Barat Kota Yogyakarta. Di sini, mereka menikmati aneka menu makanan desa (sayur lodeh, kacang panjang, tempe garit, tahu bacem, botok, mangut lele, camilan geblek, tempe benguk, mendoan, pisang goreng, dan singkong goreng). Memang, di kawasan tersebut, banyak kedai binaan yang bersinegeri bisnis dalam komunitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para goweser dari para intelektual kampus sangat menikmati rute yang dirancang oleh Rektor ITNY  Dr. Ircham, M.T tersebut. Acungan jempol pun diunjukkan penggagas gowes antarpimpinan PTS, yakni Prof. Dr. Edy Suandi Hamid M.Ec yang sehari-hari sebagai Rektor Universitas Widya Mataram (UWM). Juga Prof. Aris Junaidi, Ph.D (Kepala LLDIKTI V), Prof. Dr. Fathul Wachid (Ketua APTISI/Rektor UII), Prof Didi Achjari (Mantan Kepala LLDIKTI V), serta pimpinan 50 PTS di Yogyakarta.

Memang, sukses ITNY menjadi tuan rumah penyelenggara gowes tersebut, berkat kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata Kulonprogo. Bahkan, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM Sekretariat Daerah Kabupaten Kulonprogo Bambang Sutrisno, S.Sos menyampaikan terima kasih dan salut atas dilibatkan dalam gowes para pimpinan PTS tersebut.

Menurut Bambang Sutrisno, langkah ITNY menghadirkan para rektor di kawasan Bukit Menoreh sebagai dukungan pada Pemda Kulonprogo yang bertekat mengembangkan Kawasan wisata kawasan tesebut. Ia menambahkan, kehadiran para pimpinan PTS yang memiliki ribuan mahasiswa tersebut, menjadi pembuka Pemda Kulonprogo mengembangkan jejaring atau networking dengan kampus.

“Para rektor hadir ke kawasan Menoreh sebagai pembuka sinergi Pemerintah Kulonprogo dengan PTS. Kami ingin mendapat dukungan dalam pengembangan pariwisata Kulonprogo. Di Bbumi Menoreh, banyak spot atau area wisata yang bisa dikunjungi. Kami berharap para rektor kangen dengan Kawasan Menoreh dan selalu ingin kembali ke daerah wisata alam tersebut. Kami ingin para rektor ikut Beli Kulonprogo dan ikut Bela Kulonprogo. Itulah program kami, Bela Kulonprogo Beli Kulonprogo,” jelas Bambang Sutrisno.

Rektor UWM Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid merespons positif ajakan Pemerintah Kulonprogo tersebut. Prof Edy ingin kegiatan tersebut menghadirkan hal yang produktif dan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

“Gowes ini dalam rangka untuk Beli dan Bela Kulonprogo. Dengan beli, kami bisa ikut mengentaskan kemiskinan di  daerah ini,” ungkapnya.

Prof. Aris Junadi menyatakan, gowes tersebut bukan sekedar menjaga kesehatan. Menurut Aris, silaturami antarpimpinan PTS dan relasi-relasi dari pemerintah daerah dan kelompok masyarakat menjadikan kegiatan tersebut bagian dari menghadirkan solusi.

Sedangkan Prof. Bambang Supriyadi, mantan kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta menyatakan, gowes tersebut bagus dan layak dilanjutkan. Ia juga mendorong bersamaan dengan gowes, juga menghadirkan solusi persoalan masyarakat dalam situasi santai.

Ketua APTISI Yogyakarta Prof. Fathul Wachid berpendapat, gowes tersebut menjadi suasana santai yang produktif. Menurut Fathul Wachid, dengan komunitasi yang akrab antarpimpinan PTS dan para stackholder dari pemerintah dan masyarakat, berbagai persoalan dipecahkan dengan cara yang berbeda-beda.

“Gowes menjadi ajang yang bisa menguraikan sesuatu. Kita sebagai pihak yang melayani masyarakat harus saling tahu dan kenal, antara yang melayani dan dilayani saling memberikan yang terbaik. Gowes merupakan ajang problem solver yang jogjawi,” tegas Prof Fathul yang juga rector UII ini.

Sedangkan Rektor Universitas Ahmad Yani (Unjaya) Dr. Drs. Djoko Susilo, S.T., M.T., IPU., mengakui, produktivitas di tengah gowes sering muncul. Ia merasakan langsung saat terinspirasi untuk mencetuskan yel-yel gowes, “Jogjaversitas Bersinergi, Maju Bersama, Sukses Bersama”.

Bahkan, mereka sepakat tidak hanya rutin gowes saja ke depannya. Penggagas gowes Rektor UWM Prof Edy menantang para koleganya suatu saat nanti untuk melakukan touring  bersama menggunakan  motor, supaya gowesnya tidak jenuh.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.