Nasabah AIA Geruduk Kantor Cabang, Manajemen BCA Beri Klarifikasi

JAKARTA – Jagat dunia maya kembali dihebohkan video yang beredar di media sosial, di mana nasabah asuransi beramai-ramai mendatangi kantor cabang PT Bank Central Asia (BCA). Dalam video yang diunggah akun M Ahza S Arrasyid tersebut, mereka meminta keadilan sebagai nasabah asuransi PT AIA Financial (AIA) dan menjadi korbannya.  

Nasabah tersebut bercerita, dirinya mengeluhkan uang yang diklaim tidak sesuai dengan yang disetorkan. Dalam video lain, nasabah tersebut mencantumkan uang yang masuk sebesar Rp 33 juta selama 7 tahun dan sulit dicairkan.
Dalam teks video tersebut, pemilik akun menuliskan terkait due date dan tidak diproses, sehingga pengajuan dibiarkan begitu saja. Dalam video tersebut, pihak BCA menjawab merupakan kewenangan AIA sebagai penjual produk asuransi. Sejauh ini, video tersebut ditonton 150 ribu kali dan disukai 3.032 kali. Warga TikTok banyak yang berkomentar dalam video tersebut.

Terkait dengan beredarnya video tersebut, Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BCA Hera F Haryn menjawab bahwa sehubungan dengan video yang beredar di sosial media mengenai keluhan terkait produk PT AIA Financial (AIA) yang dipasarkan melalui kerja sama bancassurance PT Bank Central Asia (BCA) dan AIA, dapat disampaikan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya BCA senantiasa memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku. Termasuk ketentuan dan arahan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga pengawas perbankan.

“Perlu kami informasikan kembali bahwa produk asuransi yang dipasarkan melalui kerja sama bancassurance antara BCA dengan perusahaan asuransi merupakan produk dari perusahaan asuransi,” tegas Hera dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/03/2022).

Ditambahkan Hera, di samping itu, BCA senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan perusahaan asuransi dan otoritas terkait dalam penyelenggaraan kegiatan bisnis dan operasional perusahaan untuk mendukung iklim bisnis yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.