Rio The Survivor, Film Fenomenal Mulai Tayang 31 Maret 2022 di Bioskop

JAKARTA – Gala Premiere film Rio The Survivor di Epicentrum XXI Jakarta, pekan lalu (26/03/2022) berlangsung meriah. Kerinduan menonton film Indonesia berkualitas tergambar dari komentar para tokoh setelah menyaksikan film yang patut menjadi kebanggaan bangsa ini. Rio The Survivor merupakan film Indonesia yang mendapatkan 24 penghargaan dari berbagai Festival Film Internasional di banyak negara Eropa, Asia, Amerika, hingga Afrika. 

Gala Premiere dihadiri banyak public figure. Di antaranya, Andy /rif, Jikun /rif, Donna Agnesia, Rebecca Reijman, Kang Maman Suherman, Mario Irwinsyah, Ratu Anandita, Kemal Palevi, Jean Girsang, Adib Hidayat, Widya Saputra, Hadi Skalie, Walikota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, Ifan Ohsi, Giox Superglad, Sapto Haryo Rajasa, dan masih banyak lagi.

“Fenomenal! Film yang luar biasa. Selamat untuk semua yang terlibat di film Rio The Survivor,” ucap Donna Agnesia, usai menonton film.

Andy /rif yang bersama band /rif terlibat di film untuk mengisi soundtrack film dengan lagu berjudul Malaikat Kecil juga mengutarakan kekagumannya. “Saya sangat senang bisa terlibat di film ini. Apalagi filmnya ternyata luar biasa dan banyak mendapat penghargaan di luar negeri,” ungkap Andy /rif di sebelum Gala Premiere.

Sedangkan Jikun /rif juga ikut berkomentar. Menurutnya, film yang mudah dicerna, tetapi isinya luar biasa. “Kalimat-kalimat di dalam film sangat dahsyat!” ujar Jikun yang selain bersama /rif juga menyumbang soundtrack bersama band Jikunsparin.

Sedangkan Yudie Oktav, sang sutradara film Rio The Survivor menambahkan, setelah mendapat 24 penghargaan,  yakni 19 sebagai pemenang dan 5 sebagai finalis dan nominasi di berbagai Festival Film Internasional, hingga kini masih banyak festival film internasional yang mengundang Rio The Survivor untuk ikut serta di festival film mereka.

“Tetapi kami tidak lagi tertarik mengikutinya karena konsentrasi kami sekarang adalah bagaimana Rio The Survivor dapat dditerima oleh masyarakat Indonesia,” ucap Yudie, yang juga menulis skenario film tersebut.

Ia menambahkan, misi film Rio The Survivor adalah memberikan pencerahan bagi masyarakat Indonesia, karena film tersebut memuat banyak pesan moral.

“Selain itu, kami berharap film ini dapat menjadi penyeimbang dari konten-konten, narasi, dan film yang tidak mencerdaskan yang belakangan terlalu banyak menguasai kehidupan masyarakat kita,” lanjut Yudie.

Perjalanan panjang film Rio The Survivor selama tiga tahun sejak diproduksi pada awal 2019, akhirnya bisa disaksikan masyarakat Indonesia mulai 31 Maret 2022 di bioskop. Rio The Survivor mengisahkan tentang perjuangan seorang anak mendapatkan hak hidup dan pendidikan demi mengejar impian.

Kekuatan cerita Rio The Survivor yang terinspirasi dari kisah nyata dengan kemasan misi sosial dan banyak pesan moral membuat film ini mendapat banyak apresiasi di berbagai festival film internasional. Festival film terbesar sekelas Cannes Film Festival, Prancis pun memberi respek dan menerima sebagai peserta pada 2021, meski sebelumnya sempat ditolak karena persyaratan bahwa film yang meraih penghargaan di festival film lain tidak bisa masuk sebagai peserta di Festival De Cannes.

Karena kekuatan misi dan cerita Rio The Survivor, film akhirnya diterima sebagai peserta Festival De Cannes dengan ada perubahan atau perbedaan dari film yang dikirim ke festival film lain. Meski tidak masuk nominasi, tetapi tanggapan dari panitia Festival De Cannes hingga Directeur Departement des Films, Christian Jeune langsung turun tangan untuk menangani Rio The Survivor memberi gambaran bahwa dunia perfilman internasional memberi hormat kepada Rio The Survivor.

Salah satu festival film terbesar di Afrika, Durban Festival Film Internasional (DFFI), Afrika Selatan yang usianya lebih tua dari Festival Film Indonesia pun memberi sambutan hangat pada Rio The Survivor. Di festival film yang diikuti total 3.000 film untuk semua kategori dan 300 film khusus untuk Feature Film dari berbagai negara, Rio The Survivor masuk nominasi sebagai Best Film. Selain itu, Rio The Survivor ditayangkan secara nasional oleh DFFI di Afrika Selatan. Itu merupakan penayangan perdana Rio The Survivor kepada masyarakat umum.    

Di Best Istanbul Film Festival, Turki, yang juga diikuti sekitar 3.000 film dari berbagai negara, Rio The Survivor sukses terpilih sebagai Best Film atau Film Terbaik. Di beberapa festival film internasional lainnya, Rio The Survivor, malah dinobatkan sebagai yang terbaik di beberapa kategori.

Rio The Survivor merupakan film yang ditulis dan disutradarai Yudie Oktav. Ia sebelumnya lebih dikenal sebagai jurnalis dan aktivis kemanusiaan bersama Yayasan Syair Untuk Sahabat atau Syair.org. Ketajaman sosok Yudie, yang tumbuh di dunia media, dalam melihat permasalahan sosial begitu terasa dalam alur cerita dan pengambilan gambar yang disajikan di Rio The Survivor bahwa itu adalah realita yang sering terjadi di lingkungan masyarakat kita.

Film Rio The Survivor melibatlkan Bambang Pamungkas, mantan bintang sepak bola tim nasional Indonesia, dan gitaris Slank, Ridho Hafiedz, yang bertindak sebagai music director. Soundtrack film melibatkan band legendaris Godbless, /rif, Buluk bersama band Kausa, dan Jikunsprain.

“Film ini memiliki pesan moral yang sangat luar biasa karena merupakan kisah nyata tentang diskriminasi yang terjadi pada anak-anak yang kurang beruntung di Indonesia. Ini sebuah fakta yang selama ini luput dari perhatian kita bahwa Indonesia ini yang kita banggakan dengan keberagamannya, dengan pluralismenya, ternyata masih ada diskriminasi terhadap anak-anak,” kata Bambang Pamungkas.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.