Siapkan Beasiswa Buat Perangkat Desa, Program RPL Desa untuk Tingkatkan Kualitas SDM

YOGYAKARTA – Kegiatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dilaksanakan Kabupaten Bojonegoro di bawah pimpinan Bupati Dr. Hj. Anna Mu’awanah. Kegiatan yang baru pertama kali tersebut bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Sebelumnya, RPL belum pernah diadakan. Berkat komitmen Bupati Bojonegoro, akhirnya bergulirnya program RPL Desa antara Kabupaten Bojonegoro dengan UNY dan UNESA. Ini juga bentuk komitmen dari Jawa dan Luar Jawa yang akan memberikan beasiswa bagi RPL Desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sendiri terus melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi setempat.

“Ini merupakan bagian penting dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang merupakan modal utama bagi percepatan pembangunan di desa, baik pembangunan ekonomi, SDM, peradaban, budaya. Semua itu dilakukan agar desa-desa di Indonesia terus mengalami percepatan,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Dr. (HC) Abdul Halim Iskandar saat pembukaan kuliah umum mahasiswa program RPL Desa secara daring dan luring terbatas di Auditorium UNY, Selasa (29/03/2022).

Abdul Halim Iskandar mengingatkan pada mahasiswa, prinsip RPL Desa di antaranya adalah legalitas perguruan tinggi penyelenggara program RPL, aksesibilitas bagi perangkat desa untuk memiliki kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan tinggi, pengakuan capaian pembelajaran melalui kesetaraan, dan transparansi serta penjaminan mutu di bawah pendampingan Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Pria kelahiran 14 Juli 1962 ini mengatakan, RPL Desa tidak hanya berhenti pada program S1. Namun juga bisa dilanjutkan pada program S2 atau S3.

Pemateri kuliah umum mahasiswa RLP Desa adalah Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Anna Mu’awanah yang memaparkan bahwa melalui program RPL Desa yang diinisiasi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Ia memaparkan mengenai pengalaman kerja berbagai SDM di desa, seperti kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), maupun pengurus BUMDesa Bersama bisa disetarakan atau dikonversi dengan mata kuliah di perguruan tinggi. Setelah melalui proses akademik, mereka juga mendapat gelar akademik, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), bahkan boktor (S3).

“Program RPL Desa dilakukan dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa untuk akselerasi kemajuan dan kemandirian desa, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas SDM di desa. Sebab SDM menjadi kunci pembangunan desa dalam mencapai Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa),” kata Anna Mu’awanah.

Wanita kelahiran 3 Februari 1968 ini mengatakan, tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menganggarkan beasiswa sebesar Rp 33,4 miliar berasal dari APBD-nya, yang meliputi beasiswa scientist alokasi anggaran sebesar Rp 11,62 miliar untuk 81 mahasiswa, beasiswa satu desa dua sarjana alokasi anggarannya sebesar Rp 18,03 miliar untuk 1.803 mahasiswa, dan beasiswa bantuan akhir alokasi anggaran sebesar Rp 3,75 miliar untuk 1.500 mahasiswa

“Harapannya kuliah umum ini akan berjalan dengan sukses dan bisa memberikan kontribusi yang besar dalam membangun bangsa tercinta NKRI, serta peningkatan kualitas SDM yang unggul di desa bisa terwujud,” katanya.

Rektor UNY Prof. Sumaryanto mengatakan, UNY siap berkolaborasi untuk ikut meningkatkan kualifikasi pendidikan SDM Desa melalui perkuliahan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sebagai bagian dari implementasi pembelajaran sepanjang hayat bagi para perangkat dan pegiat desa. Hal ini sebagai wujud upaya bersama menjadikan desa sebagai pusat kemajuan dengan berbagai program dan kebijakan yang diarahkan pada pengembangan secara terintegrasi menuju Sejahtera Mandiri.

Kuliah perdana tersebut diikuti 457 mahasiswa yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa, pengurus BUMDes, pendamping dan pegiat desa lainnya dari 419 desa di Kabupaten Bojonegoro. Para mahasiswa tersebut melanjutkan studi pada lima program studi. Yakni,  184 orang Prodi Administrasi Publik, 138 orang Prodi Manajemen, 79 orang Prodi Akuntansi, 38 orang Prodi Pendidikan Sosiologi, dan 18 orang Prodi Pendidikan Luar Sekolah.

Salah seorang mahasiswa RPL, Nur Hidayah yang sehari-hari sebagai Sekretaris Desa Sumberharjo merasa gembira bisa diterima belajar studi lanjut jenjang sarjana di UNY.

“Harapannya saya dapat menempuh kuliah dengan lancar dan dapat segera lulus,” ungkapnya.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.