UNY Jadi Koordinator Tes Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan

YOGYAKARTA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diberi amanah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI menjadi koordinator pengelolaan seleksi akademik bagi calon mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan 2022 Tahap I yang berjumlah 390.231 orang guru.

Dalam pelaksanaannya, UNY bekerja sama dengan 11 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Yakni, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali, dan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Prof. Margana mengatakan, proses seleksi tersebut menggunakan tes berbasis domisili, karena untuk menjaga kesehatan bagi semua pihak dalam masa pandemi sekarang ini.

“Tujuan tes berbasis domisili ini antara lain untuk memberi motivasi para guru dengan literasi teknologinya, efektif, dan efisien dengan tidak memerlukan test center dan sekaligus melatih kemandirian,” ungkap Margana, Selasa (12/04/2022).

Ditambahkan, ujian daring berbasis domisili tersebut juga dilakukan secara fleksibel, karena peserta bisa mengikuti ujian di rumah masing-masing atau tempat pilihannya dengan pertimbangan kelancaran jaringan internet serta tetap mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan.

Ketua Tim Pakar Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan Prof. Syawal Gultom menambahkan, peserta tes akan diawasi dalam melakukan tes seleksi tersebut. Monitoring peserta tes PPG akan dilakukan seorang pengawas yang memantau sekaligus 20 orang melalui layar monitor komputer.

 “Untuk mengawasi ada tidaknya perjokian tinggal dilihat di layar monitor,” ungkap Prof Syawal Gultom.

Menurutnya, semua peserta tes pasti serius dan berkonsentrasi pada layar monitor karena membaca soal di situ. “Bila kasak-kusuk, pengawas tinggal mematikan sistem pada komputer peserta sehingga soal tes menghilang,” ujarnya.

Ditambahkan, syarat ujian PPG tersebut dalam satu ruang hanya boleh ada satu orang dan sekaligus melatih kesiapan literasi dan edukasi para guru calon peserta, disebabkan saat PPG juga memakai sistem yang sama. Karena pasca Covid-19, sistem pembelajaran akan menjadi hybrid antara offline dan online.

Soal yang dipakai dalam tes seleksi calon mahasiswa PPG tersebut dibuat dalam banyak paket oleh Tim Pakar dalam rangka meminimalisasi kebocoran dan soal hanya sekali pakai.

Tim Pakar dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Budi Waluyo mengatakan, pembuatan soal tes mengacu pada tujuh capaian pembelajaran lulusan (CPL). Di antaranya, mampu melaksanakan tugas secara professional, mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran berpikir tingkat tinggi, menguasai materi ajar, mampu merancang pembelajaran, mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik, dan mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan.

Sedangkan Sekretaris Tes Seleksi PPG Dalam Jabatan Sukarno M.Hum mengatakan, tes seleksi calon mahasiswa PPG Tahap I tersebut berlangsung sejak 9 hingga 24 April, dan terbagi dalam lima periode.

“UNY selain sebagai koordinator tes juga sekaligus sebagai penyelenggara yang diadakan di Gedung PPG, Unit Layanan Bahasa, dan UPT TIK,” katanya.

Setiap sesi, UNY mengerahkan 135 pengawas dan setiap pengawas memonitor 20 orang dan semua kegiatan tes dikendalikan dari ruang kendali di Gedung PPG UNY yang bisa memantau nama peserta, asal sekolah, dinas pendidikan, kabupaten dan provinsi asal. Tes Seleksi PPG Tahap II direncanakan digelar pada Juni 2022, di mana peserta sekitar 350.000 orang guru PAUD, SD, SMP, dan SMA.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.