Rahasia Sukses dan Sejahtera Pasca Pensiun

MEDAN – Memasuki masa pensiun bukanlah akhir segalanya. Stigma yang melekat ke kalangan purna tugas umumnya dianggap sudah tidak produktif, tidak selamanya benar. Bahkan, sebagian pensiunan terbukti masih tetap produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di antaranya seperti yang dilakukan oleh Khairunisa Mojasa dan Pringadi Senen. Kedua pensiunan tersebut, terbukti sukses mengelola usaha, justru setelah purna bakti dari instansi pemerintah tempatnya bekerja.

Khairunisa Mojasa yang merupakan pensiunan dari Pemerintah Kota Medan, awal April 2022, telah membuka secara resmi Kafe Namira Kuphi, di pinggiran Kota Medan. Dengan dibantu beberapa karyawan, kafe yang dikelola pensiunan setelah 33 tahun mengabdi sebagai PNS itu, bahkan makin berkembang. Selain menyediakan beragam jenis minuman kopi, atas masukan pelanggan, dia juga menawarkan beragam menu makanan ringan dan berat, sebagai teman minum kopi.

“Beberapa tahun sebelum pensiun, saya sebenarnya sudah berpikir membuka usaha di bidang restoran/kafe. Selain untuk membuat saya tetap produktif dan beraktivitas, rencananya Kafe itu bisa menjadi ladang usaha baru bagi keluarga,” kata Khairunisa, Senin (25/04/2022).

Modal untuk membuka usaha kulinernya tersebut, bersumber dari uang pensiun, dan menjual kendaraan keluarga. Namun, dikarenakan modal yang dibutuhkan cukup besar, janda dua anak tersebut mengajukan bantuan permodalan dari Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sebesar Rp 300 juta. Khairunisa merasa bersyukur, karena selain bantuan modal, Bank Mantap juga memberikan bantuan teknis pengelolaan dan pendampingan usaha melalui pelatihan Wirausaha Mantap Sejahtera.

Perempuan berusia 58 tahun itu berpesan kepada para calon pensiunan maupun yang sudah pensiun, harus mempunyai keahlian dan mengasah keterampilan terutama di bidang usaha. Keahlian dan keterampilan itulah yang nantinya bisa menjadi peluang usaha saat pensiun nanti.

Tetap produktif meski telah pensiun juga dilakukan Pringadi Senen, warga Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, yang membuka warung kelontong dan kebutuhan hidup sehari-hari di rumahnya. Saat ini, jumlah dan variasi barang yang dijual sangat beragam tak kalah dengan minimarket modern lain. Pensiunan Balai Besar Pengembangan SDM Kominfo Pusat yang kini berusia 61 tahun itu, bersyukur dia masih mampu menghidupi keluarganya meski telah pensiun.

“Sebetulnya usaha warung ini ada hubungannya dengan hobi. Sebelum pensiun pun saya sudah dagang kecil-kecilan. Setelah pensiun, saya makin serius dan fokus mengembangkan hobi dagang saya,” katanya.

Agar usahanya berjalan baik, setelah pensiun, bapak empat anak ini fokus mengikuti berbagai pelatihan khususnya untuk mengembangkan usaha. Mulai dari cara mengelola modal, arus kas, hingga perputaran barang jualan, tak ubahnya seperti manajemen minimarket modern. Semua ketrampilan itu dia dapatkan setelah mengikuti program Warung Mantap Sejahtera yang diberikan oleh Bank Mantap.

“Selain bantuan pelatihan dan pendampingan, dari program Warung Mantap Sejahtera, saya juga mendapat bantuan modal sebesar Rp 285 juta dari Bank Mantap,” ucap Pringadi.

Menurut Distribution Head 1 Sumatera Bank Mandiri Taspen (Mantap) Tiara Mayasari, Bank Mantap berkomitmen melaksanakan pemberdayaan para nasabah penerima pensiun ASN maupun TNI/Polri, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pensiunan. Hal itu dilakukan melalui program unggulan Warung Mantap Sejahtera (WMS). Tujuannya, agar nasabah penerima pensiun tetap produktif dan memiliki penghasilan tambahan di masa pensiun.

“Kami memberikan bantuan modal dan teknis pengelolaan usaha melalui pelatihan Wirausaha Mantap Sejahtera dengan pendampingan dari mentor bagi yang ingin memulai usaha mandiri pasca pensiun, ucap Tiara.

Program WMS tersebut dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan nasabah pensiunan, sekaligus mampu meningkatkan kinerja Bank Mantap. Hal itu terbukti, sepanjang kuartal I 2022, Bank Mantap telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,6 triliun untuk wilayah Medan dan secara nasional sebesar Rp 32,46 triliun. Bahkan, kualitas kredit yang disalurkan terkelola dengan baik dengan tingkat NPL sangat rendah, di level 0,75%.

“Kami berharap, jumlah pensiunan yang mendapat bantuan dan pinjaman dari Bank Mantap melalui program WMS, dapat lebih banyak lagi. Sehingga, nasabah kami terutama di Kota Medan, dapat tetap produktif dan sejahera, meski telah pensiun,” tutup Tiara.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.