Undang Ahli dari Universitas Münster Jerman, UNY Laksanakan Program Visiting Profesor 

YOGYAKARTA – Salah satu komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam sustainable development goals (SDGs) dan mendukung program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tentang kegiatan World Class Professor (WCP) adalah program visiting professor. Program ini adalah program studi yang mengundang guru besar dari luar negeri untuk memberikan kuliah.

Nah, kali ini, salah satu bagian dari UNY adalah Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni yang bermitra dengan Universitas Münster Jerman. Melalui program visiting professor, UNY mengundang Kordula Schulze dari Jerman dan ia akan mengisi kuliah selama delapan kali di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman UNY dengan dosen pendamping Prof. Dr. Sulis Triyono.

Prof Sulis Triyono mengatakan, UNY melaksanakan program penugasan Visiting Professor Inbond yang menerima profesor dari luar negeri untuk memberikan perkuliahan.

“Salah satu materi yang disampaikan Kordula Schulze adalah Überregionale Reiseleitung,” kata Prof Sulis di UNY, Senin (30/5/2022).

Menurut pria kelahiran Trenggalek 6 Mei 1958 ini, mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah unggulan, karena memiliki tujuan memberikan keterampilan dan kompetensi tambahan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman dengan kompetensi utama sebagai guru bahasa Jerman. Konpetensi tambahannya ahli menjadi pemandu wisata berbahasa Jerman. Mata kuliah ini juga sangat favorit dipilih mahasiswa dari Universitas Münster yang mengambil transfer kredit di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman.

Sekarang ini, lanjut Prof Sulis, kerja sama antara UNY dan Universitas Münster Jerman telah memasuki tahun ketiga lewat MoU yang ditandatangani rektor dan berlangsung hingga tahun 2026. 

Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni ini mengatakan, penyelenggaraan transfer kredit ini atas beasiswa dari German Academic Exchange Service (DAAD) Bonn melalui program International Study and Training Partnerships (ISAP). ISAP adalah struktur kerja sama institusional antara Jerman dan universitas internasional, di mana mahasiswa Jerman dan mahasiswa internasional yang berkualifikasi tinggi bisa menyelesaikan bagian yang diakui sepenuhnya dari program gelar mereka di universitas mitra.

Prof Sulis mengatakan, dalam Program ISAP yang sangat bergengsi tersebut, hanya UNY yang dipilih DAAD dari beberapa perguruan tinggi se-Indonesia. DAAD hanya memilih satu PTN/PTS untuk menjalani program tersebut.

Demikian pula di Thailand dan Vietnam, hanya dipilih satu perguruan tinggi. Selain mahasiswa Universitas Münster yang transfer kredit di UNY, UNY juga mengirimkan tiga mahasiswanya untuk transfer kredit di Universitas Münster sejak Februari hingga Juli 2022. Mereka adalah Saputri Vivit Ariyani, Anydaufha, dan Fauza. Mereka berhasil lolos dari 30 orang yang mendaftar melalui tiga kali seleksi. Seleksi terakhir dilakukan tim dari Universitas Münster.

Dalam transfer kredit tersebut, perkuliahan menggunakan 100% Bahasa Jerman. Namun calon peserta pertukaran mahasiswa tidak perlu bingung karena ada Lektor DAAD yang siap membantu mahasiswa belajar bahasa, khususnya yang akan ke Jerman.

Selain itu, mahasiswa dari Universitas Münster yang transfer kredit di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UNY selama satu semester bersedia meluangkan waktu berdiskusi atau belajar berbicara menggunakan Bahasa Jerman.

Proses untuk kegiatan visiting profesor yang dilakukan UNY, di antaranya memberikan fasilitas serta sarana perkuliahan yang memadai dalam memudahkan mahasiswa mempelajari Bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa internasional. Di antaranya, ketersediaan buku-buku terbitan Jerman sumbangan dari DAAD dan Goethe Institut, serta DVD pembelajaran Bahasa Jerman yang tidak ada di online.

“Dampaknya, para mahasiswa bisa saling mempelajari bahasa dan kultur masing-masing serta menjadi guru Bahasa Jerman yang baik di sekolah,” katanya.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published.