Pilih Bertahan, SiCepat Ekspres Indonesia Belum Ada Rencana Menaikkan Ongkos Jasa Logistik

JAKARTA –  Ancaman inflasi berefek pada berbagai barang naik. Namun, manajemen PT SiCepat Ekspres Indonesia menegaskan hingga kini SiCepat Ekspres belum melakukan peningkatan tarif ongkos kirim jasa logistik.

Sejauh ini, adanya ancaman inflasi seiring dengan naiknya harga komoditas seperti minyak mentah, batubara, dan lainnya, belum berdampak signifikan terhadap industri logistik. 

Chief Marketing & Corporate Communication Officer (CMCCO) SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati mengatakan, beberapa perusahaan logistik menerapkan hub untuk memproses barang. Terutama yang berasal dari sektor e-commerce. Dengan begitu, biaya ongkos kirim masih dalam jangkauan service area.

“Perusahaan berupaya menjadi penyedia layanan logistik yang dapat terus memberi keuntungan dan manfaat bagi para pelanggannya,” jelas Wiwin, Senin (13/6/2022).

Wiwin melanjutkan, SiCepat Ekspres masih mematok harga terendah sebesar Rp 10.000 untuk tarif regular dengan produk SiUntung. Jika pelanggan menginginkan layanan logistik melalui marketplace, SiCepat Ekspres memiliki produk layanan Halu yang ongkos kirimnya mulai dari Rp 5.000. 

Soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Indonesia, Wiwin memaparkan pada tahun 2022 ini SiCepat sudah memulai meski bertahap, migrasi ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Ia mencontohkan, tahun 2021 lalu SiCepat melakukan kolaborasi dengan Volta untuk menyediakan 10.000 unit motor volta bagi para kurir di lapangan. 

“Menjadi inovasi baru bagi kami untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi dan tidak baik bagi lingkungan,” tegasnya.(****)

2 thoughts on “Pilih Bertahan, SiCepat Ekspres Indonesia Belum Ada Rencana Menaikkan Ongkos Jasa Logistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *