Prof Nizam: Perlu Kerja Keras Pertahankan Label Yogya Kota Pelajar

YOGYAKARTA – Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Prof.Nizam mengingatkan, para stakeholder di Yogyakarta untuk bekerja keras mempertahankan status Yogyakarta Kota Pelajar.

“Daerah lain mengklaim label yang sama. Malang dan Bandung mulai menyebut diri mereka sebagai kota pelajar juga,” kata Prof. Nizam saat bincang santai dalam Goes Putaran 6 di kampus STTKD, Sabtu (1/10/2022).

Nizam berpendapat, status Kota Pelajar sebagai label sangat tinggi. Awalnya, Yogyakarta sebagai satu-satunya kota pelajar. “Kalau tidak ada upaya keras menjaga, bisa digunakan kota lain. Ingat branding kota pelajar bagi Yogyakarta sangat penting,” katanya mengingatkan.

Penggagas gowes sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof. Dr. Edy Suandi Hamid menegaskan, pernyataan Nizam bahwa PTS-PTS di LLDikti V sangat peduli dan semangat untuk memajukan pendidikan di Yogayakarta dan menjaga label kota pelajar.

“Semua pimpinan perguruan tinggi punya semangat untuk maju bersama. Gowes sebagai bagian dari tekad untuk memajukan pendidikan,” tegasnya.

Gowes Hari Kesaktian

Gowes para rektor dan penyelenggara perguruan tinggi Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) wilayah V putaran ke-6 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, terkesan istimewa karena dihadiri oleh Direktur Jenderal Prof. Nizam.  Pemberangkatan bersepeda santai dimulai dari halaman LLDikti V dan berakhir di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Sepanjang 24 kilometer rute gowes, para peserta menyambangi sejumlah pemberhentian sementara (cek point) di beberapa kampus. Seperti Kampus APMD, Akademi Perikanan, UTDI, STIPRAM, dan terakhir di STTKD.

Para pimpinan yang hadir dalam gowes putaran ke-6 antara Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Islam sekaligus Rektor UII Prof. Fathul Wahid,Ph.D., Ketua LLDikti V Prof Aris Junaidi, Ph.D, Ketua LLDikti VI Bhimo Widyo Andoko S.H., M.H., dan para mantan ketua LLDikti.

Prof Edy Suandi Hamid menambahkan, olah raga mengayuh pedal sepeda ini sebagai ajang para rektor mengenalkan kampus-kampus yang dilewati dan disinggahi peserta gowes. Saat disinggahi, para pimpinan kampus menyajikan kudapan makanan ringan. Usai jeda di rest area kampus, peserta melanjutkan perjalanan sampai pemberhentian terakhir.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *