Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_mkdir() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 580

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Jaga Kepercayaan Nasabah, AXA Mandiri Terapkan Good Corporate Governance

JAKARTA – Upaya menjaga kepercayaan nasabah dan fokus jangka panjang menjadi komitmen PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri). Karena itu perusahaan asuransi ini berupaya mempertahankan tata kelola perusahaan yang baik atau sering disebut dengan good corporate governance (GCG).

GCG sendiri tidak hanya membantu membentuk citra perusahaan yang bersih dan sehat, tetapi juga akan membangun dan memperkuat kinerja perusahaan lebih optimal. Bahkan, saat menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19, sehingga bisa bertahan dalam jangka waktu panjang.

“Bagi AXA Mandiri, di tengah ketidakpastian, perusahaan terus membangun budaya yang menerapkan prinsip-prinsip GCG sebagai landasan penting dalam mewujudkan visi dan misi, serta menjaga keberlangsungan perusahaan secara  jangka panjang,” kata Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani, Senin (06/09/2021). 

Menurut Rudi, kinerja perusahaan yang maksimal akan tercapai melalui tata kelola perusahaan yang baik. Hal tersebut mendorong AXA Mandiri mengembangkan dan melaksanakan prinsip-prinsip GCG pada seluruh tingkat operasional.

Ditambahkan Rudy, penerapan GCG yang dilakukan AXA Mandiri mengacu pada  lima prinsip umum yang diatur dalam Peraturan OJK tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Perasuransian. Antara lain, Keterbukaan, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Kemandirian, dan Kesetaraan serta Kewajaran

Seperti diketahui, industri asuransi merupakan bisnis kepercayaan. Karena itu, perusahaan harus memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tepercaya dan berintegrasi tinggi menjadi kunci keberlangsungan perusahaan. Dalam penerapan GCG yang terkait dengan akuntabilitas perusahaan perasuransian, seluruh tenaga pemasar AXA Mandiri mengantongi lisensi keagenan (sertifikasi) yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Perusahaan juga menerapkan berbagai macam metode pengawasan. Seperti mystery shopping untuk meninjau kepatuhan tenaga pemasar dalam melakukan penjualan suatu produk asuransi. 

“Cara ini merupakan salah satu bentuk monitor dan kontrol yang kami terapkan untuk meningkatkan kualitas mereka. Selain itu, untuk memastikan agar nasabah AXA Mandiri membeli produk yang tepat dan sesuai kebutuhan perlindungan asuransi mereka, kami pun mewajibkan nasabah untuk melakukan penilaian kesesuaian produk asuransi dan mengisi formulir profil risiko investasi. Selanjutnya, kami juga menerapkan layanan welcome call kepada seluruh nasabah kami, untuk memastikan bahwa produk yang mereka beli telah sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka,” imbuhnya. 

Sejauh ini, AXA Mandiri memiliki lebih dari 2.300 financial advisor (FA) dan tele-sales officer, yang disertai dengan 400 corporate sales officer (CSO). AXA Mandiri senantiasa memastikan kualitas tenaga pemasar melalui berbagai pelatihan internal yang berkesinambungan. Selain itu, terdapat pula metode no pass no sell yang mewajibkan setiap tenaga pemasar untuk mengikuti pelatihan dan lulus ujian sebelum diizinkan untuk memasarkan sebuah prosuk asuransi. Apabila ditemukan tenaga pemasar yang melakukan pelanggaran dan melakukan penjualan produk asuransi jiwa kepada nasabah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, AXA Mandiri akan mengenakan sanksi berupa surat peringatan, pengakhiran perjanjian kemitraan, dan/atau pencantuman dalam daftar tenaga pemasar bermasalah di AAJI.  

Rudy percaya, implementasi GCG memainkan peranan penting dalam menjalankan roda bisnis perusahaan. AXA Mandiri juga menyusun action plan, meliputi tindakan korektif yang diperlukan dan waktu penyelesaian serta kendala atau hambatan penyelesaiannya guna mencapai peningkatan kualitas penerapan GCG secara bertahap dan berkelanjutan. 

“Yang terpenting adalah mengaplikasikan prinsip-prinsip GCG secara komprehensif dan saling terintegrasi baik dalam aktivitas penjualan, operasional maupun aktivitas pengelolaan keuangan untuk menciptakan nilai tambah bagi segenap pemangku kepentingan,” katanya.(****)

3 thoughts on “Jaga Kepercayaan Nasabah, AXA Mandiri Terapkan Good Corporate Governance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *