Bappebti Pastikan Kesiapan Sistem, Peluncuran Bursa Kripto Diundur Lagi

JAKARTA – Peluncuran bursa kripto diundur lagi. Hal tersebut sudah ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Penegasan juga dinyatakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Kami masih sedang memastikan lagi kesiapan sistem di bursa agar terintegrasi paralel sambil menunggu kesiapan infrastruktur pendukung lainnya seperti kliring dan kustodi,” kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya memberikan keterangan, Selasa (05/04/2022).

Tirta menegaskan, pihaknya tengah memastikan lagi kesiapan untuk peluncuran bursa dan belum bisa memastikan lagi kapan persiapan itu akan rampung.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menaungi Bappebti menegaskan, mundurnya peluncuran bursa kripto merupakan bentuk kehatian-hatian dan ketelitian dari pemerintah dalam melindungi masyarakat yang beraktivitas di perdagangan cryptocurrency. 

Sejauh ini, tercatat ada 18 calon pedagang fisik aset kripto di situs Bappebti:

1. PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto),

2. PT Aset Digital Indonesia (Incrypto),

3. PT Cipta Koin Digital (Koinku),

4. PT Galad Koin Indonesia (Galad),

5. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax),

6. PT Indonesia Digital Exchange (Digital Exchange),

7. PT Kripto Maksima Koin (Kripto Maksima),

8. PT Luno Indonesia Ltd (Luno),

9. PT Mitra Kripto Sukses (Kripto Sukses),

10. PT Pantheras Teknologi Internasional (Pantheras),

11. PT Pedagang Aset Kripto (Pedagang Aset Kripto),

12. PT Pintu Kemana Saja (Pintu),

13. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku),

14. PT Tiga Inti Utama (Triv),

15. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto),

16. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit),

17. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex), dan

18. PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest). 

2 thoughts on “Bappebti Pastikan Kesiapan Sistem, Peluncuran Bursa Kripto Diundur Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *