Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_mkdir() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 580

Warning: ftp_nlist() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 438

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

Warning: ftp_pwd() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/u8936237/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 230

BCA dan Blibli Ajak Masyarakat Berlibur Mudah dan Terjangkau ke Desa Wisata

JAKARTA – Salah satu sektor yang terdampak saat pandemi adalah sektor pariwisata. Adanya pelonggaran protokol kesehatan turut memberikan angin segar bagi industri pariwisata.

Berkolaborasi dengan PT Global Digital Niaga (Blibli.com), PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memudahkan para wisatawan lokal dan asing berlibur ke desa wisata. Terutama, desa wisata binaan Bakti BCA. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerja sama Bakti BCA dan Blibli.com dalam program Digitalisasi Desa Binaan Bakti BCA.

“Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Terlebih saat ini pelonggaran sudah dilakukan pemerintah. Tentunya, BCA mendukung penuh dan terus memberikan inisiatif program yang menarik untuk mendorong pariwisata di desa wisata binaan kami. Kerja sama yang kami jalin dengan Blibli juga merupakan bentuk pendampingan untuk desa wisata yang sudah menggunakan teknologi digital serta mengajak seluruh perangkat desa memanfaatkan fitur-fitur tersebut untuk pemasaran,” kata EVP Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati, Sabtu (18/6/2022).

Pada kesempatan tersebut, lanjut Inge, terdapat 10 desa wisata binaan Bakti BCA yang berpartisipasi dalam program promosi. Di antaranya, Wirawisata Goa Pindul, Desa Wisata Pentingsari, Wisata Wayang Desa Wukirsari, Desa Wisata Tamansari, Doesoen Kopi Sirap, Kampung Batik Gemah Sumilir, Bukit Peramun, Wisata Aik Rusa Berehun, Kampung Adat Sijunjung, dan Nagari Silokek.

Selama program berlangsung, BCA dan Blibli menjalankan program pendampingan dan pelatihan bagi para pengurus desa wisata. Di antaranya, pelatihan pemanfaatan fitur-fitur di aplikasi Blibli.com, program promosi, dan mengelola toko online untuk memaksimalkan pemasaran desa wisata.

Bagi nasabah BCA, Blibli memberikan penawaran diskon hingga Rp 50.000 untuk paket tour menjelajah keindahan dan keunikan budaya desa wisata binaan Bakti BCA, serta pembelian produk buatan desa wisata. Periode promo sampai 31 Desember 2022. Untuk menikmati potongan harga pembelian produk desa wisata bisa menggunakan kode voucher BLI-DESAWISATAPRODUK. Sementara itu, untuk paket wisata BLI-DESAWISATATRAVEL.

Senior Vice President of Seller Sales Operation and Development Blibli Geoffrey L. Dermawan mengaku bangga bisa terlibat kembali di tahun ke-2 program Bakti BCA dalam mendigitalisasi desa wisata.

“Program ini bertujuan mengembangkan pemasaran produk wisata dan produk fisik, seperti kuliner, kriya, dan fesyen, yang bisa menopang perekonomian desa wisata. Berbagai produk tersebut dipasarkan melalui platform omnichannel commerce Blibli untuk akses pasar yang lebih luas dengan dukungan pendampingan dari tim khusus Blibli dalam mengelola toko dan promo, untuk optimalisasi pemasaran berbagai produk yang dimiliki tiap desa wisata,” jelas Geoffrey.

Berdasarkan hasil analisis produk yang dilihat dari tren transaksi, terdapat beberapa produk terbaik yang menjadi favorit pengguna Blibli. Antara lain, selendang batik Gemah Semilir, coffee drip dengan biji kopi hasil dari Doesoen Kopi Sirap, madu Trigona dari Aik Rusa Berehun, dan kerajinan dari Desa Wisata Wayang Wukirsari.  

“Sejak bergabung dalam program kolaborasi BCA bersama Blibli, Kampung Batik Gemah Sumilir makin dikenal pasar. Selama proses pendampingan, banyak manfaat yang kami dapatkan. Di antaranya, pengetahuan mengenai mengelola toko secara online dan juga strategi pemasaran, sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi di desa. Saat ini, kami berusaha menambah jumlah produk dengan membuat aneka souvenir juga,” jelas salah satu pengurus Kampung Batik Gemah Sumilir.

Program Solusi Bisnis Unggul merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki BCA untuk pembinaan terhadap UMKM, komunitas, dan desa yang mempunyai potensi pariwisata dan edukasi budaya. BCA melalui program Bakti BCA sudah mengembangkan 12 desa wisata binaan yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Pada tahun 2021, BCA juga menggelar BCA Desa Wisata Award 2021 yang menjadi ajang bersinarnya desa – desa wisata di seluruh Indonesia.

“Upaya kami merangkul perangkat desa wisata untuk mengembangkan bisnis UMKM di tengah pandemi juga merupakan bentuk perwujudan pilar-pilar pembangunan berkelanjutan (SDG’s). Kami berharap melalui program promosi ini bisa memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis dan juga meningkatkan kunjungan wisata serta menggerakan roda perekonomian di desa,” tutup Inge.(****)

935 thoughts on “BCA dan Blibli Ajak Masyarakat Berlibur Mudah dan Terjangkau ke Desa Wisata

  1. Hello there! I know this is kinda off topic but I’d
    figured I’d ask. Would you be interested in trading links or maybe guest authoring a blog post or vice-versa?
    My blog covers a lot of the same topics as yours and I believe we could greatly benefit from each other.

    If you’re interested feel free to shoot me an email.
    I look forward to hearing from you! Awesome blog by the way!

  2. The scheme above illustrates interconnections between 6 elements. It is necessary to note that the warrant serves as a medium between the fact and the claim. In other words, it bridges the gap between these 2 elements. The backing of the warrant is necessary in the case when the latter is not convincing enough. Attach the qualifier and the rebuttal element directly to the argument. “The first objections last week came from the National Organization for Women and the New York Civil Liberties Union, both of which opposed the opening of TYWLS in the fall of 1996. The two groups continue to insist—as though it were 1896 and they were arguing Plessy v. Ferguson—that separate can never be equal. I appreciate NOW’s wariness of the Bush administration’s endorsement of single-sex public schools, since I am of the generation that still considers the label “feminist” to be a compliment—and many feminists still fear that any public acknowledgment of differences between the sexes will hinder their fight for equality.”
    http://wool-wiki.win/index.php?title=3_dollar_essay_review
    In conclusion, the literary analysis evaluates other works to provide a new perspective of their significance. As a rule, the literary analysis should have an introduction, thesis statement, body paragraphs, and a conclusion. Also, body paragraphs should have the evidence to support the central concept under investigation. Finally, by considering the conclusion examples, it should summarize the ideas presented in the paper. This resource is enhanced by a PowerPoint file. If you have a Microsoft Account, you can view this file with PowerPoint Online. Works Cited Certain essay elements such as introduction, body and conclusion should be obvious in your essay. These three main essay parts are expected in almost any essay type that’s to be written. The introduction would be where you put your thesis statement or argument. It’s one sentence that asserts your topic. The introduction also includes a sentence to grab the reader’s attention. The body is the place where all your supporting evidence is found. In the conclusion you would use different words to restate your thesis and add to it any final thoughts. Never include new information in the conclusion.

  3. Wow, marvelous blog layout! How long have you ever been running a blog for?

    you make running a blog glance easy. The total look
    of your web site is excellent, let alone the content! You can see similar here najlepszy sklep

  4. Pingback: grandpashabet
  5. Pingback: child porn
  6. Pingback: child porn
  7. Pingback: child porn