Wabup Sleman Kukuhkan Dusun Tamanan Pelopor Kampung Dolanan Anak

SLEMAN – Warga Dusun Tamanan, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon (Kecamatan) Kalasan, Kabupaten Sleman berusaha melestarikan permainan tradisional anak-anak. Upaya yang mereka lakukan adalah dengan menggelar kegiatan Jogja Folk Game Festival (JFGF) 2022. 

Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai lomba permainan anak. Mulai dari gobag sodor, balap egrang, dakon, halma, bas-basan, dan dipuncaki dengan karnaval budaya permainan tradisional. Di samping itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian Taman Gizi dan Bethesda Wellness Centre, serta penanaman Pohon Klengkeng di lahan bangunan cagar budaya RS Bethesda yang ditandai pembukaan tirai papan nama oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Ketua Panitia Jogja Folk Game Festival (JFGF) 2022 Rinto Hakim Pamungkas menjelaskan, gagasan untuk mewujudkan Dusun Tamanan sebagai Kampung Dolanan anak ini bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan literasi mengenai potensi permainan tradisionak dan budaya Jawa. Secara kebetulan, di dusun ini mempunyai potensi budaya yang telah eksis sejak lama. Di antaranya, Sanggar Budaya Memetri Wiji, pelatihan tata cara olah janur, tradisi patehan, serta kegiatan tradisional lainnya.

“ Dengan adanya mahasiswa ini menginspirasi warga desa khususnya kaum muda di dusun ini untuk mewujudkannya dalam sebuah festival budaya yang kami namai Jogja Folk Game Festival,” jelas Rinto.

Ditambahkan Rinto, kegiatan festival tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan. Namun, rencananya, jika pemerintah daerah (pemda) mendukung akan digelar sebagai festival tradisi tahunan, agar bisa membangkitkan kegiatan pariwisata di Yogyakarta, khususnya Sleman yang selama pandemi sempat menurun.

Selain potensi permainan tradisional, lanjut Rinto, warga Dusun Tamanan juga masih mempertahankan olah kuliner tradisional yang sudah langka. Seperti cara bikang, lemet, mata kebo, dan lain. Karena itu, setelah Taman Gizi dan Bethesda Wellness Centre beroperasi, di tempat tersebut akan dilengkapi dengan pusat jajanan dan kuliner tradisional.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut baik gagasan Warga Dusun Tamanan untuk membentuk sebagai Kampung Dolanan Anak. Bahkan, Danang memandang gagasan Warga Tamanan tersebut idealnya juga dilakukan di beberapa wilayah, sehingga   bisa menjadi sarana pendidikan karakter masyarakat.

“Saat ini, anak-anak setiap bangun tidur yang dicari hape.  Padahal perangkat semacam itu bisa membuat anak menjadi soliter. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat menarik, karena bisa mengajarkan anak bersosialisasi dengan rekan-rekan sebanyanya,” tegas Danang.

Selanjutnya, Danang menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada warga Dusun Tamanan membuat festival tersebut menjadi kegiatan yang lebih besar dan rutin. Pihaknya menyarankan mendaftarkannya ke dinas terkait, sehingga hal semacam itu bisa ditindak-lanjuti melalui dinas terkait. “Saya sangat senang dengan kegiatan siang ini. Segera saja daftarkan ke dinas terkait, biar saya bisa bantu,“ janji Danang.

Danang juga menyampaikan, bahwa mempertahankan permainan tradisional tersebut merupakan kewajiban bersama. Melalui permainan tradisional, menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat strategis terhadap anak-anak.(****)

3 thoughts on “Wabup Sleman Kukuhkan Dusun Tamanan Pelopor Kampung Dolanan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *